Konflik Berkepanjangan Para Pembela Diri di Indonesia

Berdasarkan laporan jatimtimes, terjadi penganiayaan oleh anggota perguruan silat di daerah Wajak Lor, Boyolangu, Tulungagung. Penganiayaan itu dilatarbelakangi oleh fanatisme golongan berlebihan. 

Berdasarkan berita yang diposting di Suara Indonesia, terjadi pengeroyokan antar Perguruan silat pada bulan Februari sampai bulan Maret tahun 2024.

Selain dari dua kasus di atas, sebenarnya banyak sekali kasus perseteruan antar anggota silat yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Pengeroyokan itu dilatar belakangi oleh fanatisme berlebihan kepada perguruannya, sehingga tidak segan bagi oknum-oknum itu untuk melakukan kekerasan kepada sesama warga. 

Provokasi-provokasi yang dilontarkan antar anggota menyebabkan aksi yang melampaui batas. Sebenarnya, kasus kasus serupa sudah sering terjadi di berbagai tempat di waktu yang berbeda. Dan hal seperti itu sudah terjadi berangsur-angsur semenjak waktu yang lama. Hanya saja, entah karena alasan apa, peristiwa seperti ini terus saja berulang dan tidak ada tanda-tanda akan berhenti maupun berkurang. 

Perguruan itu sebenarnya punya slogan yaitu olahraga berladiri. Yaitu gerakan yang melatih tubuh seseorang agar lebih kuat dan dapat membela diri jika terjadi kejahatan yang sewaktu-waktu menimpanya. Namun pada kasus tertentu, beberapa anggota perguruan itu malah menyalah gunakan ilmu yang mereka pelajari. Serta lemahnya penanganan terhadap kasus kekerasan dari pihak berwajib. Akibatnya, kejadian kekerasan itu menjadi hantu yang menakut-nakuti masyarakat. Iring-iringan kendaraan dangan knalpot dibedel yang menyebabkan suara bising itu juga menganggu ketenangan warga. 

Adakah penanggulangan atau penanganan yang efektif? 

Negosiasi antara pihak berwajib dengan para pemuka organisasi Perguruan itu sangatlah penting. Edukasi yang baik, arahan, dan himbauan tetap harus di berikan secara terus menerus. Akan tetapi jika hal itu sudah dilakukan namun tidak ada hasilnya, maka pihak berwajib seharusnya membuat sebuah peraturan khusus untuk menangani masalah ini agar tidak menjadi momok yang meresahkan di kalangan masyarakat. 

Perang terhadap kekerasan harus menjadi fokus utama. Dengan membuat kelompok yang terorganisir dan terpadu dapat menjadi salah satu jalan yang ditempuh oleh pihak berwajib. 
Kita bisa melihat bagaimana kesuksesan presiden El-Savador Nayib Bukele yang kini menjadi presiden yang dikagumi oleh banyak kalangan karena keberhasilan nya dalam memerangi para gangster di negaranya. Negara yang dulu menjadi negara paling tidak aman untuk disinggahi di dunia, kini menjadi negara paling aman di belahan bumi bagian barat. 

Presiden El Salvador itu dengan sengaja membuat gerakan yang bertujuan untuk melawan gengter dan menundukkannya. 

Sungguh, kekerasan yang terus-menerus terjadi di tengah masyarakat bukanlah disebabkan oleh kurangnya pendidikan, melainkan karena lemahnya peraturan negara. Lemah penerapan peraturan dan kurangnya pengawasan terhadap warga. 

Semua orang yang terlibat terutama para korban dan keluarganya pasti sangat berharap masalah seperti ini bisa berakhir atau setidaknya berkurang. 

Negeri ini dikenali sebagai Negeri yang mayoritas beragama islam yang mana ada banyak sekali peraturan di dalam agama yang melarang untuk melakukan kekerasan tanpa ada alasan yang dibenarkan. Namun, fanatisme golongan berlebihan dapat membuat seseorang buta sehingga tidak segan untuk melakukan tindakan yang tidak terpuji. 

Ke depannya, kita semua berharap agar supaya hal-hal seperti ini dapat ditangani dengan baik. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apakah AI Berbahaya atau Malah Memberi Manfaat kepada Manusia?

Rumah Berantakan dan Tidak Rapi? Inilah Penyebabnya

Tips Membangun Rumah selalu Bersih dan Rapi