Rumah Berantakan dan Tidak Rapi? Inilah Penyebabnya

Tahu nggak sih, kalau denah rumah di Indonesia itu pada umumnya selalu terlihat semrawut? Walaupun rumahnya sangat luas. Meskipun tidak bisa disamaratakan, akan tetapi jika kita melihat bangunan di sekitar kita, pasti sangat jauh dari kata estetik. Kadang kita melihat ada benda seperti potongan kayu, barang-barang bekas, serta sampah yang dibiarkan begitu saja tergeletak atau tersandar di dinding samping rumah.
Kenapa Hal itu Bisa Terjadi dan Apa saja yang menyebabkannya?
Hal seperti itu terjadi bisa jadi karena memang masyarakat kita tidak terlalu memperhatikan tentang estetika sebuah bangunan. Akan tetapi di sini penulis akan mengklasifikasikan beberapa penyebabnya berdasarkan pengamatan penulis.
1. Estetika Tidak Penting
Manusia adalah makhluk visual. Dia menilai sesuatu dari apa yang dia lihat pada kesan pertama. Saat kamu melihat bangunan-bangunan yang bersih dan rapi di negara jepang misalnya, kamu akan merasa nyaman. Itu adalah estetika yang dapat dinikmati oleh mata.
Apakah itu sudah berlaku saat kamu melihat rumahmu atau rumah-rumah yang kamu temui di pinggir jalan saat kamu bepergian? Jika belum, itu artinya mereka masih belum begitu memahami betapa pentingnya estetika sebuah bangunan.
Setiap orang punya obsesi untuk menjadi bersih, akan tetapi tidak semua punya obsesi untuk menjadikannya indah dan rapi.
2. Tidak Punya Gudang Barang
Rumah atau bangunan model sekarang ini di Indonesia, umumnya tidak memiliki gudang khusus penyimpanan barang yang tidak terpakai. Hal ini terdengar cukup remeh. Akan tetapi coba bayangkan, jika kamu membuat satu ruangan khusus untuk menyimpan barang-barang yang tidak setiap hari dipakai. Seperti Cangkul, Kayu, Peralatan taman, Peralatan Pertanian. Hal itu akan membuat barang-barang seperti itu tidak tergeletak di sembarang tempat, dan rumahmu pun akan terlihat lebih rapi.
Satu dari lima di antara kita pasti sudah pernah melihat rumah Tuk Dalang yang ada di kartun Upin dan Ipin. Tuk Dalang menjadikan lantai bagian bawah rumahnya sebagai gudang untuk menyimpan barang-barangnya yang tidak terpakai setiap waktu.
3. Faktor Budaya
Pengabaian seperti itu sudah menjadi budaya di tengah masyarakat kita. Tidak ada budaya baru yang diciptakan dalam sistem penataan taman dan bangunan. Tidak ada edukasi pula untuk mereka. Akibat jika ada orang yang mungkin akan membuat gebrakan baru, akan dianggap orang aneh dan kurang kerjaan.
Untuk membuat sebuah perubahan besar, maka harus dimulai dari perubahan kecil terlebih dahulu. Dimulai dari diri kita, rumah kita dan kebiasaan kita.
Jangan lupa untuk terus berbagi tips yang bermanfaat kepada sesama.
Komentar
Posting Komentar