Ketimpangan Informasi Antara Orang-orang Sukses dan Harapan Angin tentang Kesuksesan
Ada banyak sekali berita dan informasi yang berhubungan dengan orang-orang sukses. Mulai dari channelnya SGBVA yang memposting tentang kisah sukses mantan muridnya yang sukses menjadi Virtual Assistant. Kemudian kisah sukses para youtuber, kisah sukses affiliator, kisah sukses tiktoker, kisah sukses dropshipper.
Namun lain daripada itu, ada banyak sekali harapan dari orang-orang yang melihatnya, mendengarnya, ingin memiliki keberuntungan yang serupa.
Di zaman yang serba susah dan kekurangan bagi mayoritas penduduk Indonesia ini, harapan seperti itu tentulah dapat menjadi hiburan serta harapan yang besar agar keberuntungan itu dapat mereka jumpai pula.
Akan tetapi, hal yang tidak pernah dibahas adalah uang dan biaya. Ya. Uang dan biaya tidak pernah dibicarakan di awal sebuah pembahasan. Mereka bilang itu adalah sebuah strategi marketing. Namun bagiku, itu hanyalah sebuah jebakan agar orang-orang hidup dalam angan-angan yang tinggi.
Oleh karena itu, hal itu menjadi keputusasaan yang lain saat banyak sekali orang mengetahui betapa besar uang yang harus dikeluarkan untuk menjadi seperti mereka.
Sebenarnya hal itu wajar-wajar saja. Akan tetapi kenapa skill atau ketrampilan semacam itu hanya dijumpai di tempat kursus yang sangat mahal. Kenapa sekolah-sekolah yang ada di negara ini tidak memasukkan pelajaran yang Up-to-date untuk murid-murid mereka sehingga ketika mereka keluar sekolah, mereka sudah punya tujuan harus kemana dan melakukan apa.
Negeri ini adalah negeri dimana rakyatnya dilepas begitu saja. Disuruh taat bayar pajak tetapi juga disuruh nyari duit sendiri, capek sendiri dan frustasi sendiri.
Setiap hari yang didengar hanyalah bayang-bayang berita buruk dari pemerintah. Entah pajak yang naik, biaya pendidikan yang naik, biaya hidup yang naik, serta semakin susahnya mencari lowongan pekerjaan.
Namun, disisi lain, ada sekelompok orang yang memiliki uang serta harta yang banyak. Mudah mendapatkan harta dan bertebaran dimana-mana beritanya.
Ketimpangan informasi seperti ini seharusnya dihentikan dan juga dibatasi agar supaya tidak timbul sentimen yang besar terhadap orang-orang sukses.
Komentar
Posting Komentar